Monday, February 1, 2016

Jeritan petani buat pemerintah.

Swasembada padi mungkin hanya di angan saja. Selam pemerintah tidak berpihak pada petani. Padahal kondisi ketahanan pangan sama pentingnya dengan ketahanan militer. Kemana hilangnya hati nurani pemerintah. Apakah petani harus turun ke jalan. Seperti yang dilakukan para buruh pabrik. Apakah petani harus mogok tidak menanam padi seperti para supir yang juga ikut mogok. Atau petani harus diam saja selama pemerintah tidak berpihak pada petani. Masyarakat petani menikmati harga padi yg bagus,pihak pemerintah selalu berusaha mengatasinya. salah satunya dengan beras impor. tapi apakah ketika petani mengalami kendala harga pupuk yg mahal apakah ada berita di tv mengenai solusi agar harga pupuknya jadi murah? petani juga ingin hidup bahagia. bagi mereka bahagia itu sederhana. mereka tidak meminta mobil dinas ke sawah dg mobil mewah, tdk meminta gajinya naik, tdk meminta thr,tdk meminta tunjangan hari tua, tdk meminta kenaikan jabatan. intinya mereka itu bukan golongan.peminta-minta. mereka hanya butuh harga yg imbang dengan keringat yg mereka kucurkan di tengah sawah di bawah terik matahari, dan ketika mereka basah kuyup oleh derasnya hujan.
Andaikan petani mempunyai menteri eperti menteri susi pudjiastuti yang begitu perhatian dengan para nelayan. Mungkin ada harapan buat para petani bisa mandiri. Bukan malah kelaparan di gudang beras. Wahai pemerintah apakah memang petani masih di pandang sebelah mata. 

No comments:

Post a Comment